Mengamati Metro dari Atas dan dari Masa Lalu

Mengamati Metro dari Atas dan dari Masa Lalu, Citra Satelit Kota Metro (Pusat Kota), Galeri Kota Metro,

Citra Satelit Kota Metro (Pusat Kota), Galeri Kota Metro

Pernahkan anda membuka aplikasi peta Google (Google Map), dan mengamati Kota Metro dari atas. Daerah kolonisasi yg dipelajari oleh Pemerintah Hindia Belanda mulai tahun 1932 ini dirancang mnjadi sebuah ruang hunian yg sangat sistematis dan terencana (boleh dikatakan jg sbg pusat kota), tak heran jika sekarang jarang kita jumpai jalan-jalan buntu ada di Metro, setiap jalur dan jalan saling bersilang satu sama lain. Hal ini dikarenakan Metro sebelumnya memang telah melalui tahap perencanaan dan penataan yg matang oleh Pemerintah Hindia Belanda, baru kemudian didatangkan para kolonis utk menempatinya.

Sedikit berbeda dengan daerah kolonisasi lainnya di Indonesia, Gedong Tataan misalnya sebagai lokasi pertama kolonisasi tahun 1905 yg sepenuhnya menganut pola tata ruang publik di Jawa (Catur Gatra Tunggal), pola tata ruang Metro dirancang mengkombinasikan pola tata ruang tradisional Jawa (Catur Gatra Tunggal/Catur Sagotrah) - krn yg dipindahkan adalah masyarakat Jawa - dengan pola tata ruang Barat yakni Konsep Poros.

Hal ini karena proses kolonisasi di Metro dilaksanakan menurut peraturan kolonisatie in marga verband. Pembangunan desa-desa awal kolonisasi pada 3 tahun pertama dikelola oleh Eropeesch Binnenlandsch Bestuur (Pangreh Praja Belanda) dibantu Pegawai-pegawai Inlandsch Binnenlandsch Bestuur (Pangreh Praja Pribumi) yg didatangkan dari Jawa (Asisten Wedana dan Wedana). Setelah 3 tahun dan apabila desanya sdh dibangun menurut pola di Jawa, maka desa tsb diserahkan kpd Pemerintah Marga (Sri-Edi Swasono, 1985:13).

Jadi pd masa awal Metro, selama 3 tahun pertama merasakan sentuhan-sentuhan Eropa dalam pembangunan dan pengembangan pola tata ruangnya. Sebagaimana yg dikemukakan di atas, meskipun semua warga kolonis adalah berasal dari Jawa yg berimplikasi pda pembangunan tata ruang Jawa, tetapi ada ciri kota modern yg dipersiapkan sejak awal wilayah ini dibuka oleh Pemerintah Hindia Belanda. Tak heran dalam waktu kurang dari satu dekade sejak daerah ini (Metro) ditempati kolonis, statusnya berubah menjadi pusat pemerintahan dimana Asisten Wedana berkedudukan.

Konsep tata ruang Catur Gatra Tunggal/Catur Sagotrah merupakan tata ruang yg unik, banyak kita jumpai berbagai daerah, terutama yg bermasyarakat Jawa atau daerah bekas kerajaan-kerajaan di Jawa jaman dahulu. Konsep ini disebut jg dgn civic center yg brarti bgian dari kota yg secara spasial mnjdi pusat bagi brbagai mcm kgtn msyarakat penghuninya (Kostof, 1992:80-81)

Konsep ini menempatkan 4 unsur utama (catur) sbg satu kesatuan (tunggal). Yakni pusat pemerintahan, pasar, alun-alun, dan masjid, yg mewakili ruang politik, ekonomi, sosial, dan spiritual dlm satu kesatuan. Dalam filosofi Jawa 4 unsur/tempat ini hrus ada, mskipun masing2 berdiri sndiri secara trpisah satu sama lain, namun dihubungkan dg jalan maupun koridor-koridor. Catur Gatra Tunggal tidak ditemukan di luar Indonesia & mnjdi sbuah nilai kearifan lokal.

Sekarang silahkan diamati utk Kota Metro, dapatkah anda menentukan letak 4 unsur tadi secara stu kesatuan, dimanakah letak/posisi pusat pemerintahan (rumah/kantor walikota, kantor pemerintahan), pasar (shopping center, pasar pagi, M3), alun-alun (lapangan/taman Merdeka), dan pusat aktivitas spiritual (Masjid Taqwa). Apakah letaknya saling berdekatan, dapatkan anda mnemukan prbedaan dg pola tata ruang tradisional msyrakat setempat?

Sedangkan konsep tata ruang Poros adalah struktur tata ruang yg menekankan pada pentingnya keberadaan & kelancaran jalur transportasi yg dpt memberikan pengaruh sangat besar trhdp struktur ruang kota, teori ini dikemukakan oleh Babcock th 1932. Dapat diamati pd gmbar pola tata ruang poros dg tata ruang Metro saat ini, dimana jalan2 mmbntuk poros utama pusat aktivitas masyarakatnya. Konsep tata ruang Poros, pesatnya prtumbuhan pnduduk dan ekonomi (dibndingkn daerah kolonisasi lainnya dimasanya) dtmbah letak geografis Metro yg sjak awal brada di posisi "meterm" (pusat) mnjadikan Metro sbg pusat kedudukan Asisten Wedana, pusat pemerintahan Metro ken, brlanjut sbg ibukota Kab. Lampung Tengah, dn kini mnjadi Kota Metro.

Dapatkah anda mencermati kombinasi unsur tradisional dan modern pda struktur tata ruang di Metro?

Jika boleh berhipotesis bisa jadi Metro sejak awal didesain sbg kota metropolitan yg besar dn tata ruang yg sistematis, dgn daerah2 penyangga (istilah skrng kota satelit) di sekitarnya (bedeng 1-70), tpi tk terwujud krna Belanda sdh angkat kaki dari tanah air tercinta kita ini dn tak bisa mwujudkan masterplan-nya.

Lalu apakah kita harus mempertahankan warisan Pemerintah Kolonial Belanda di era Kemerdekaan ini? atau menyesali angkat kakinya Belanda dri tanah air tercinta kita ini?

Tentunya jwaban kita tidak sesempit & sebodoh itu, setidaknya jika kita memahami bgaimana Metro sejak awal didesain dan dirancang, dpt kita jadikan prtimbangan bgaimana merancang & menata Metro di masa yg akn datang.

Jika dianalogikan, jgn sampai Metro mnjdi seperti Jakarta yg gagal mengelola sumber daya air yg melimpah shingga mnimbulkan banjir, pdhal Pemerintah Batavia di masa lalu sbg perancang kota tsb, dapat mengelolanya dgn baik.

Oleh karenanya, mari belajar dari sejarah.

Penulis : Kian Amboro (Dosen Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro)

COMMENTS

Name

Ekonomi,2,Galeri Artikel,6,Galeri Foto,8,Galeri Video,22,Hukum,1,Metro Terkini,2,Pendidikan,4,Politik,2,Wisata Kuliner,1,Wisata Metro,8,
ltr
item
Metro Galery: Mengamati Metro dari Atas dan dari Masa Lalu
Mengamati Metro dari Atas dan dari Masa Lalu
Mengamati Metro dari Atas dan dari Masa Lalu, Citra Satelit Kota Metro (Pusat Kota), Galeri Kota Metro,
https://2.bp.blogspot.com/-kFWVOa_N_tI/WsSEL0HZRPI/AAAAAAAAD14/Lk3FFLwIQckn-_N4wn2SxDfXu2gxMvDawCLcBGAs/s640/Citra%2BSatelit%2BKota%2BMetro%2B%2528Pusat%2BKota%2529.PNG
https://2.bp.blogspot.com/-kFWVOa_N_tI/WsSEL0HZRPI/AAAAAAAAD14/Lk3FFLwIQckn-_N4wn2SxDfXu2gxMvDawCLcBGAs/s72-c/Citra%2BSatelit%2BKota%2BMetro%2B%2528Pusat%2BKota%2529.PNG
Metro Galery
http://www.metrogalery.com/2018/04/mengamati-metro-dari-atas-dan-dari-masa-lalu.html
http://www.metrogalery.com/
http://www.metrogalery.com/
http://www.metrogalery.com/2018/04/mengamati-metro-dari-atas-dan-dari-masa-lalu.html
true
3089767344716215635
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy